Saya selalu percaya, bahwa wanita yang memakai jilbab adalah wanita yang cerdas, paham, dan berani menghadapi tantangan. Karena memakai jilbab sesungguhnya adalah tantangan untuk kepahaman mengapa harus pakai jilbab, dan sebuah kesanggupan untuk sebuah perintah yang tidak pandang bulu, untuk wajib memakai jilbab.
Karena memang, memakai jilbab adalah sebuah integritas dan identitas. Bagaimana tidak, integritas kita sebagai wanita muslim akan ditunjukkan dengan jilbab kita, dan jilbab menjadi indentitas langsung tanpa harus menunjukkan ktp, bahwa saya adalah seorang wanita muslimah. Mengenai jilbab, pikiran saya akan banyak berterbangan, karena memang...memakai jilbab bukan lagi sesuatu yang bisa dideny. Memkai jilbab bukan lagi kewajiban, sampai saat ini...memakai jilbab adalah kebutuhan saya. Bukan karena saya udah mengalami habitualisasi jilbab, tapi karena saya paham...latar belakang hingga landasan teori, juga implikasi mengapa seorang wanita musti berjilbab. Indahnya!
Nah, mendukung itu semua, saya punya tips nih biar makin cantik pakai jilbabya. Tipsnya bisa di kopi-puaste atau langsung dipraktekin yaw. Ok, siap membaca tips kecantikan memakai jilbab. Go...!
1. Kalu mau nyari jilbab, cari bahannya yang kamu suka, yang ringan, enak, dan gampang dipake. Hindari bahan-bahan parasut, sekalipun niatannya bahan parasut itu anti air, dan mumpung sekarang hujan, bahan parasut bisa bermanfaat banget nahan aer ujan. Tapikan ga bagus sistah. Aga aneh pula. Jangan yaw (please, jangan juga maksa buat nyari jilbab yang bahannya sama kayak ponco ato jas ujan...ga bagus, asli!).
2. Saya kadang paham, kalu orang pakai jilbab...juga pingin cantik dengan kulit putih bersinar kinclong. Makanya saya harap...ga ada deh wanita-wanita berjilbab yang maksa masang lampu cabe di sekeliling jilbabnya biar kulit kliatan bersinar kinclong. Selain bahaya kesetrum, itu juga hemat listrik, ribet dan ga efisien. Jangan maksa ya. kalu emang mao punya kulit bersih bersinar kinclong kayak (bukan saya pastinya) kayak artis2...banyak2lah minum jus buah (seperti saya)...ama WUDHU, artinya siy...nyoook, qt rajin shalat, hehehehehe.
3. Cewek berjilbab dilarang otaknya kosong. Saya sarankan, buat yang memakai jilbab...membacalah banyak buku bermanfaat. Wawasan yang luas sangat diperlukan!
4. Dilarang pula memakai rok hitam, jaket hitam, dan jilbab hitam, sendal hitam dengna kos kaki hitam, terus naek motor honda warna hitam, pada saat Jogja mengalami pemutusan aliran listrik, dan lampu di motor kamu juga lagi mati. Itukan bahaya...bisa2 kamu ditabrak, jangan yah.
5. "Hai Nabi, katakanlah pada istri2mu, anak2 perempuanmu, dan istri2 oran mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubah mereka. Yang dmeikian itu agar mereka lebih mudah dikelan, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.: (QS Al Ahzab: 59).
Wah, jelas tuh perintahnya. Turunin jilbab ke seluruh tubuh dan dada (ada di An-Nisa: ), bukan cuma di leher. Kan perintahnya tidak turunkan jilbab hingga leher. Jadinya...biar pas ama perintahnya, panjangin dikit nyoook jilbabnya. Biar tuambah cuantik dan tuambah syar’i guitooo.
Nah, menurut banyak wanita berjilbab yang cuantik2, saya dapat kriteria Jilbab Menurut AL Quran dan As Sunah niy...monggo dibuaca yaw.
§ Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan (tangan dan wajah insya Allah)
§ Bukan berfungsi sebagai perhiasan (it’s not blink-blink)
§ Kainnya harus tebal, tidak tipis (dilarang menerawang tuh)
§ Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan apapun (sip, dilarang jadi lemper niy artinya!)
§ Tidak diberi wewangian atau parfum (aye-aye, bedak deo)
§ Tidak menyerupai laki2 (emang eike bambang)
§ Tidak menyerupai pakaian wanita kafir (iya)
§ Bukan pakaian popularitas (bukan jilbab temporer yang tenar waktu Ramadhan)
6. Wah...ga sulit tho kriterianya? Gampanglah. Kan dari awal niatnya pakai jilbab...jadi sekalian aje, makenya seperti yang ditetapkan Al Quran dan As Sunah.


